Selasa, 23 April 2019

7 Kelebihan Mata Uang Jepang



Pemerintah Jepang menetapkan mata uang Yen semenjak 27 Juni 1871 berdasarkan Shinka jōrei (peraturan pemerintahan wacana mata uang baru). Sebagai lambang dipakai tanda ¥ dan berdasarkan ISO 4217 dilambangkan sebagai JPY.

Adapun kelebihan mata uang Yen ini adalah:

1. Selalu tersedia kembalian dalam jumlah yang cukup

Jika kita berbelanja/bertransaksi di warung/toko di Jepang, sanggup dipastikan kita akan selalu mendapatkan kembalian dalam jumlah yang pas dan lengkap, hingga pada mata uang terkecil yaitu ¥1.

Sedikit berbeda dengan negara kita, lantaran kita lebih sering mendapatkan kembalian berupa permen daripada berupa uang recehan. Di Jepang, pihak pedagang akan dianggap tidak serius dalam berbisnis apabila menolak pecahan uang besar serta tidak berhasil menyediakan uang recehan sebagai kembalian. Pembeli yaitu raja, jadi hak pembeli untuk memakai uang pecahan besar atau kecil untuk bertransaksi.

Pentingnya fungsi uang recehan ini akan sangat terasa khususnya dikala memakai kereta api, vending machine serta bus kota. Pengemudi bus kota sama sekali tidak melayani penukaran uang selain lewat mesin yang telah disediakan di dalan bus. Sedangkan mesin di dalam bus hanya mendapatkan pecahan tertinggi yaitu 1000yen.


2. Praktis dikenali, tidak terkecuali untuk para tuna netra

Blind code, dimiliki oleh seluruh mata uang di dunia, tak terkecuali rupiah. Namun, untuk uang yen, akan relatif gampang dikenali lantaran Jepang hanya mempunyai 4 pecahan uang kertas saja, sedangkan rupiah dikala ini terdapat 7 pecahan uang kertas. Adapun tanda tersebut yaitu berupa tanda garis untuk uang 1000 yen, tiga bulatan untuk 2000 yen, satu tanda lingkaran untuk 5000 yen dan garis siku untuk pecahan terbesar 10,000 yen.

Sedangkan untuk uang logam atau koin tentu akan lebih gampang kagi dikenali lantaran masing-masing koin mempunyai ukuran, berat, warna dan juga bentuk yang sangat berbeda. Koin terbesar dan paling terberat yaitu pecahan 500 yen yang berwarna kuning berbahan nikel sedangakan koin paling kecil dan paling ringan berbahan alumunium yaitu 1 yen nerwarna perak dan sisa lainnya yaitu 100 yen. Bagaimana dengan pecahan 50 dan 5 yen? Dua pecahan ini mempunyai lubang pada penggalan tengahnya. Yang terasa lebih berat yaitu 50 yen dan yang ringan yaitu 5 yen.


3. Nilai yang hampir stabil dan rendah inflasi

Sehat ataupun sakitnya perekonomian suatu negara sanggup dinilai dari stabil ataupun lemahnya nilai tukar dari mata uang negara yang bersangkutan. Dalam hal ini, uang yen menunjukkan kelasnya sebagai mata uang dunia. Harga barang di Jepang yang relatif stabil dan tidak mengalami perubahan yang berarti, sebagai misalnya harga karcis atau tiket kereta api yang selama sepuluh tahun nyaris tidak berubah sama sekali. Nilai tukar yen terhadap dolar mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Satu USD bernilai 360 yen pada tahun 1949 menjadi 90.37 pada tahun 2009.


4. Sangat jarang ditemukan uang rusak/dekil

Uang yen dengan kondisi yang kotor hampir tidak ditemukan di Jepang. Kebanyakan uang yang beredar masih dalam kondisi baru. Kemungkinan hal ini disebabkan lantaran clean money policy dari bank central Jepang dan materi dari uang tersebut dari kertas Washi yang populer kualitasnya.


5. Design dan warna yang hampir sama sepanjang tahun

Jepang sangat pelit dalam mengeluarkan uang model gres jadi uang yang beredar kini nyaris sama sepanjang tahun. Uang yang berlaku kini yaitu series tahun 2004 kecuali untuk pecahan 2000 yen yang merupakan seri tahun 2000.

Khusus untuk design uang gres umumnya mempunyai pola yang hampir seragam yaitu bulatan putih yang berisi gambar transparan atau gambar air pada penggalan tengah kemudian gambar tokoh selalu terletak di sebelah kanan.


6. Sulit untuk dipalsukan

Design uang yang tetap tanpa banyak perubahan sanggup dijadikan indikasi dari rendahnya pemalsuan pada mata uang Yen. Teknik mesin fotokopi yang sudah sangat maju pun cukup kesulitan mencopy uang ini lantaran adanya stiker lingkaran berwarna perak yang otomatis akan bermetamorfosis bulatan hitam dikala mencoba untuk digandakan.


7. Gambar tokoh atau pehlawan yang unik

Kalau kita perhatikan gambar tokoh yang tercetak selalu berada pada sebelah kanan. Namun tidak ada gambar kaisar atau keluarga kerajaan menyerupai yang ada pada uang negara monarki lainnya dan juga tidak menampilkan tokoh kepala negara. Yang ditampilkan justru kebanyakan yaitu tokoh pendidikan, peneliti atau bahkan penulis novel yang di negara kita nyaris tidak dianggap terlalu penting.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktop