Selasa, 23 April 2019

Fenomena Keajaiban Alam Indonesia


1. Ubur-Ubur Tak Menyengat di Danau Kakaban, Kaltim

Pulau Kakaban ialah salah satu pulau yang tergabung dalam Kepulauan Derawan. Kakaban masuk dalam wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Keajaiban yang dimiliki tempat ini ialah danau air payau, Danau Kakaban.

Bagaimana tidak ajaib, danau ini dikenal alasannya ialah mempunyai ekosistem unik. Kalau selama ini ubur-ubur populer alasannya ialah sengatannya, di danau ini justru punya ubur-ubur yang tak menyengat.

Danau Kakaban mempunyai 4 jenis ubur-ubur yang berbeda. Keempat jenis ubur-ubur tersebut ialah ubur-ubur bulan, ubur-ubur totol, ubur-ubur kotak, dan ubur-ubur terbalik.

Jenis ubur-ubur terbalik itulah yang paling paling unik. Ya, alasannya ialah ubur-ubur ini berada di dasar danau dengan tentakel menghadap ke atas. Suatu hal yang aneh, alasannya ialah biasanya ubur-ubur berada di atas dengan tentakel menghadap ke bawah.

2. Api abadi di Kayangan Api, Jatim

Satu lagi keajaiban alam yang ada di Indonesia ialah api abadi. Sesuai dengan namanya, api ini selalu muncul dari dalam tanah dan tak pernah padam, sekali pun hujan mengguyurnya. Jika ingin melihat fenomena yang luar biasa ini, traveler sanggup tiba ke Kayangan Api, di Bojonegoro, Jawa Timur.

Kayangan api ini dipercaya mempunyai nilai-nilai magis oleh masyarakat sekitar. Selain di Kayangan Api, api abadi juga ada di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Madura.

Ternyata tak hanya Jawa Timur, Jawa Tengah juga mempunyai api abadi. Dikenal dengan nama Api Abadi Merapen, keajaiban alam ini terletak di Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Jawa Tengah.

Api Abadi Merapen sering dipakai sebagai sumber api obor untuk banyak sekali program olahraga di Tanah Air. Sumber api ini juga dipakai untuk upacara hari raya umat Budha, yaitu Waisak. Dari Grobogan, api suci dibawa ke Candi Borobudur yang menjadi tempat sentra peringatan Hari Suci Waisak di Indonesia.

3. Pasir putih di Lembah Baliem, Papua

Siapa bilang pasir hanya ada di pantai? Buktinya, Desa Aikima di Lembah Baliem, Kabupaten Jayawijaya, Papua, punya pasir putih di tengah lembah. Keajaiban pasir putih yang seolah mengalir dari atas bukit ini, menciptakan traveler terperangah.

Panorama unik ini kontras terlihat dengan latar gunung hijau dan langit biru. Ketika matahari menyiramkan cahayanya ke Bumi Cendrawasih, pasir putih ini pun terlihat berkilau.

Pasir putih ini ada alasannya ialah bentukan alam. Sebelumnya, Lembah Baliem ialah sebuah danau raksasa berjulukan Wio. Sekitar tahun 1813, terjadi gempa yang mengakibatkan pergeseran dan perubahan geologi. Dari situlah terbentuk Sungai Baliem di tengah lembah ini. Konon, pasir putih Desa Aikima ialah salah satu sisi danau purba tersebut.

4. Api Biru di Kawah Ijen, Jatim

Masih dari daratan Jawa Timur, di Banyuwangi para petualang sanggup melihat keajaiban alam yang dimiliki Kawah Ijen. Tak cuma punya sunrise menawan, kawah ini juga punya api biru.

Hanya ada dua fenomena api biru yang terjadi di dunia, yaitu di Islandia dan Kawah Ijen yang ada di Jatim. Bahkan dalam jumpa pers Banyuwangi Festival di Gedung Sapta Pesona, eco tourism consultant, David Makas membenarkan jika fenomena yang dikenal dengan blue fire ini sudah terdengar hingga ke mancanegara.

Untuk melihat keindahan api biru ini, wisatawan harus tiba dikala subuh. Hanya dikala itulah, api biru terlihat jelas. Api biru di Kawah Ijen merupakan hal unik dan langka. Keajaiban ini pun menambah kesempurnaan alam yang dimiliki Kawah Ijen.

5. Garam di atas gunung, Gunung Krayan, Kaltim

Masih di Kaltim, satu lagi keajaiban di sini ialah terdapat garam di atas gunung. Garam tersebut berada dalam sumur di Desa Long Midang, Gunung Krayan yang berjarak 100 km dari bahari di ketinggian 2.400 m dpl. Ajaib!

Garam gunung yang dihasilkan di Krayan mempunyai penampilan yang sama dengan garam laut, yaitu ibarat pasir dan berwarna putih. Tetapi, ternyata garam gunung mempunyai kandungan yodium yang lebih tinggi dibanding garam bahari lho!

Proses pembuatan garam ini pun berbeda dengan garam laut. Bahan dasar berupa air sumur di Desa Long Midang, direbus satu malam hingga air mengering. Setelah kering, tertinggallah butiran kristal yang merupakan garam berair kemudian garam berair ini dimasukkan ke dalam batang bambu dan dibakar hingga bambu habis terbakar api. Sisa bakaran inilah yang merupakan garam kering yang kemudian dibungkus daun dan siap dijual.

6. Ombak Bono di Sungai Kampar, Riau

Sungai mempunyai ombak layaknya lautan? Tentu saja ini ialah hal langka yang jarang terjadi. Keajaiban alam ini, sanggup wisatawan temukan di Sungai Kampar, Riau.

Bahkan gelombang ombak Bono ini sudah populer hingga ke peselancar dunia. Terbukti belum usang ini, gelombang Bono menjadi bab dari pemecahan rekor berselancar terlama dan terpanjang oleh Steve King, peselancar dunia asal Inggris. Rekor ini juga tercatat dalam Guiness World Records.

Gelombang ini mempunyai tinggi 4 hingga 6 meter yang menciptakan para surfer merasa tertantang. Selain tinggi, ombak ini juga panjang, sehingga menciptakan surfing lebih seru. Keanehan ini terjadi alasannya ialah pertemuan arus Sungai Kampar dengan arus Laut China Selatan.

7. Pantai Pink di Flores dan Lombok

Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai banyak pantai cantik. Terlebih lagi, ada pantai dengan keunikan yang tidak dimiliki pantai lainnya. Di Indonesia bukan hanya satu, tapi ada dua pantai dengan pasir merah muda. Dua pantai tersebut ialah Pantai Tangsi di Lombok, NTB dan Pantai Pink di Flores, NTT.

Letak Pantai Tangsi memang masih tersembunyi. Beda dengan Pantai Pink yang berlokasi di Pulau Komodo, Flores, NTT, pantai ini justru sudah banyak dikenal traveler.

Warna Pink pada kedua pasir pantai ini berasal dari butiran-butiran terumbu karang berwarna merah yang bercampur air laut. Kemudian, pantulan sinar matahari menciptakan warna pink pada pasir ini semakin terlihat.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktop