Selasa, 23 April 2019

Mengenal Fungsi Imei Pada Handphone


Anda niscaya sering mendengar istilah isyarat IMEI terutama saat Anda sedang membeli sebuah ponsel baru. Namun jarang sekali ada orang yang mengetahui fungsi bergotong-royong dari isyarat IMEI tersebut. Padahal, IMEI merupakan salah satu elemen penting dari sebuah ponsel alasannya ialah setiap ponsel hanya akan mempunyai satu IMEI dari mulai awal kelahirannya sampai akhir kematiannya.

Karena semakin meningkatnya kasus pencurian smartphone di dunia ini, maka nilai dari sebuah isyarat IMEI tidak sanggup dianggap remeh lagi. Pasalnya, IMEI tersebut menyimpan aneka macam macam data yang berkaitan eksklusif dengan ponsel yang Anda miliki. Oleh alasannya ialah itu, pada artikel kali ini akan diulas aneka macam hal yang berkaitan dengan isyarat IMEI.


Apa itu IMEI? (bukan nama artis ya....hehehe)

IMEI merupakan abreviasi dari International Mobile Equipment Identity. Setiap ponsel mempunyai IMEI yang berbeda untuk membedakan antara satu ponsel dengan ponsel yang lainnya. saat Anda membeli sebuah ponsel gres niscaya Anda akan melihat serial number IMEI di dus, di dalam ponsel anda (biasanya tertutup baterai) atau di nota pembayaran. Ketika Anda mereparasi ponsel, IMEI juga niscaya akan dicatat untuk garansi dan keperluan identifikasi lainnya.

Sebuah IMEI standar biasanya terdiri dari 14 digit desimal, dan untuk ponsel keluaran terbaru biasanya terdiri dari 16 digit. Tujuan utama dari dibuatnya IMEI ialah untuk memudahkan pengidentifikasian ponsel. Selain itu, IMEI juga sanggup digunakan untuk memblok ponsel tersebut semoga tidak sanggup melaksanakan kanal ke jaringan seluler. Dengan begitu, kalau ada yang mencuri ponsel Anda, maka Anda sanggup meminta kepada provider untuk memblok ponsel tersebut dengan cara mengirimkan kodenya. Pihak kepolisisan juga biasanya mengidentifikasi kasus pencurian ponsel menurut IMEI ponsel tersebut.

Semenjak tahun 2004, sebuah isyarat pada IMEI akan mempunyai format ibarat AA-BBBBBB-CCCCCC-D. Kode A dan B dari format tersebut dikenal sebagai type allocation code (TAC) yang sanggup mengatakan pembuat dan model dari ponsel tersebut. Sebagai contoh, ponsel iPhone 5 yang dikeluarkan oleh Apple akan mempunyai TAC 01-332700 sementara ponsel Samsung Galaxy S2 mempunyai isyarat TAC 35-853704. Bagian isyarat format C merupakan serial number yang diberikan oleh perusahaan pembuat ponsel tersebut. Sedangkat digit yang terakhir merupakan sebuah checksum yang digunakan untuk memverifikasi IMEI tersebut.

Setiap isyarat akan terkunci dan tetap menempel pada ponselnya sehingga tidak ada kaitan sama sekali dengan SIM card. Jika Anda melaksanakan reset dan mengganti SIM card yang terpasang di ponsel tersebut, maka kodenya tetap sama dan tidak akan berubah. Maka dari itu, Anda sanggup memanfaatkan hal tersebut untuk memblokir ponsel Anda kalau ponsel tersebut dicuri orang.

Namun hal tersebut tetap saja masih sanggup diakali alasannya ialah para pencuri ponsel biasanya akan mengganti isyarat dari IMEI kalau isyarat tersebut telah diblokir. Mereka biasanya mengganti isyarat yang terblokir dengan IMEI yang masih aktif sehingga sanggup digunakan lagi. Oleh alasannya ialah itu, sangat disarankan bagi Anda untuk tidak membuatkan IMEI milik ponsel Anda alasannya ialah sanggup saja isyarat tersebut akan di-cloning oleh para penjahat ponsel.
Makara catatlah nomor IMEI ponsel anda kemudian letakkan di daerah yang kondusif di rumah. Jangan dibawa di dalam dompet ya....

*#06# untuk mengetahui isyarat imei anda.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktop