Selasa, 23 April 2019

Sejarah Dan Asal Seruan Sarung Tangan Kiper



Bagaimana awal mula sarung tangan kiper? Menurut catatan Kantor Hak Paten Jerman, ialah seorang Inggris berjulukan William Sykes ialah orang pertama yang mendaftarkan hak paten atas sarung tangan kiper. Ini terjadi tahun 1885. Bahan yang terdapat pada sarung tangan kiper waktu itu hanyalah lapisan karet dari India.

Ironisnya, di tahun 60 sampai 70an, banyak kiper dari negara William Sykes yang kurang mengapresiasi sarung tangan. Kiper yang melindungi tangannya dengan aksesoris apapun dianggap penakut. Penjaga gawang legendaris ibarat Peter Shilton, Gordon Banks, dan Ray Clemence lebih percaya diri jikalau menahan bola dengan tangan kosong. Luar biasa bukan?

Adalah hal yang absurd jikalau anda, penikmat sepakbola antara tahun 1960 sampai 70an, tidak pernah melihat seorang kiper yang meringis kesakitan alasannya ialah tangannya serasa terbakar oleh tendangan keras lawan. Itu ialah jaman saat laki-laki ialah pria.

Beruntung, insan punya teknologi. Hari-hari kelam para kiper yang tangannya kesakitan karenanya berakhir sudah. Para produsen sarung tangan kiper telah melaksanakan banyak sekali penemuan selama 40 tahun lebih demi kenyamanan penjaga gawang. Seorang kiper hanya perlu mengkhawatirkan ukuran sarung tangan yang pas dan nyaman. Bahkan, tersedia sarung tangan yang khusus didesain hanya untuk latihan atau pertandingan saja.

Namun, selalu ada saja pertentangan. Mantan penjaga gawang Everton, Neville Southall, pernah mengatakan, “Saya benci sarung tangan modern. Desainnya terlalu besar dan tebal sampai susah bagi kiper mencicipi bola. Seperti mengendarai kendaraan beroda empat dengan menggunakan sarung tangan.”

Di kurun yang serba gampang ini, penjaga gawang tidak akan meninggalkan ruang ganti tanpa membawa tiga pasang sarung tangan dan perlengkapan lainnya. Kreasi dan penemuan teknologi sarung tangan kiper membantu menyebarkan teknik-teknik dasar dalam menjaga gawang. Para produsen berlomba membuat sarung tangan yang lebih kondusif bagi para penjaga gawang. Salah satunya ialah pemberian untuk jari-jari semoga tidak tertarik ke belakang saat menahan bola.

Saat ini ada banyak sekali jenis sarung tangan kiper yang menyesuaikan banyak sekali kondisi di lapangan. Pilihan sarung tangan yang sempurna akan memberi kenyamanan. Kiper-pun akan lebih fokus mengamankan gawangnya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktop